Selamat Datang

Selamat datang di funconomics.blogspot.com

Senin, 07 Januari 2008

no

RPP Ekonomi: Permasalahan Ekonomi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah
: SMA Kolese De Britto
Mata Pelajaran
: Ekonomi
Kelas /Semester
: X/1
Standar Kompetensi
: Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi
Kompetensi Dasar
1.1 Mengidentifikasi kebutuhan manusia

Indikator
Mendeskripsikan pengertian kebutuhan.
Mengidentifikasi bermacam-macam kebutuhan manusia
Alokasi Waktu
: 2 x 45 menit (2 pertemuan)

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi kebutuhan manusia

1. Tujuan Pembelajaran
a. Siswa dapat mendeskripsikan pengertian kebutuhan
b. Siswa dapat mengidentifikasi bermacam-macam kebutuhan manusia.

2. Materi Pembelajaran
a. Kebutuhan manusia
b. Pengertian kebutuhan
c. Macam-macam kebutuhan

3. Metode Pembelajaran
Tanya jawab
Presentasi multimedia
Demonstrasi
Modulasi

4. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama

a. Kegiatan awal Kegiatan Pembelajaran:
1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
2) Guru dengan apersepsi tentang kegiatan manusia sehari-hari dan kebutuhan yang dipenuhi oleh manusia setiap hari.

b. Kegiatan Inti
1) Siswa mengamati berbagai jenis kebutuhan yang terdapat di lingkungan sekolah.
2) Siswa mencari informasi tentang pengertiankebtuhan dengan memanfaatkan literatur
3) Siswa diajak untuk menentukan ciri-ciri dari masing-masing jenis-jenis kebutuhan yang telah ditemukan tersebut
4) Siswa mengidentifikasi berbagai macam jenis barang ke dalam kebutuhan
5) Siswa menulis data yang ditemukan berdasarkan hasil identifikasi ke dalam buku catatan.
6) Siswa secara bergilir memaparkan hasil temuan ke forum


c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi terkait dengan kebutuhan pelajar yang semakin banyak ditengah perkembangan jaman.

Pertemuan Kedua

a. Kegiatan awal Pembelajaran:
1) Guru membuka pelajaran dengan apersepsi tentang kegiatan manusia sehari-hari dan kebutuhan yang dipenuhi oleh manusia setiap hari.
2) Bertanya kepada siswa tentang penggolongan kebutuhan.


b. Kegiatan Inti
1) Siswa diajak untuk mengidentifikasi kebutuhan yang ada di dalam masyarakat melalui media masa lokal.
2) Siswa mengelompokkan macam-macam kebutuhan yang ditemukan ke dalam jenis-jenis kebutuhan
3) Siswa menentukan kebutuhan yang menjadi kebutuhan dominan masyarakat Sleman.
4) Siswa menulis data gambar berdasarkan hasil identifikasi.


c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi terkait dengan kebutuhan pelajar yang semakin banyak ditengah perkembangan jaman.


5. Penilaian
a. Teknik : Penugasan.
b. Bentuk instrumen : Tugas projek
c. Soal /Instrumen :
1. Jelaskan pengertian kebutuhan!
2. Sebutkan macam-macam kebutuhan yang ada di dalam masyarakat!
3. Inventaris 10 macam kebutuhan yang terdapat di dalam keluargamu. Berdasarkan inventaris tersebut klasifikasikan kedalam macam-macam kebutuhan!
4. Buatlah penggolongan kebutuahan diri anda semdiri dengan menggunakan skalan prioritas!



Skor maksimal:
No 1) = 5
No 2) = 5
No 3) = 5
No 4) = 5
Jumlah = 20







Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut.

Perolehan Skor



Nilai akhir =
------------------------
X
Skor Ideal (100)
= . . .

Skor Maksimum (20)









Yogyakarta, 14 November 2007
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran,
Kepala Sekolah





H. Franky Ari Andri P., S.Pd

Uang dan Kebijakan moneter

UANG, LEMBAGA KEUANGAN DAN KEBIJAKAN MONETER

UANG
A. Sejarah Uang
1. Perekonomian Barter
Yaitu sistem kegiatan perekonomian dalam masyarakat dimana kegiatan produksi perdagangan masih sederhana. Kegiatan tukar menukar masih terbatas dan jual beli dilakukan dengan pertukaran barang dengan barang. Dalan hal ini barang sebagai sarana alat tukar. Misal 15 kg beras bisa ditukar dengan seekor ayam, untuk mendapatkan seekor kerbau tidak tahu berapa beras yang harus dibayar atau berapa ekor ayam yang harus diserahkan.

Barang A
arang A
Barang B


Kesulitan-kesulitan dalam barter:
a. Menemukan kehendak ganda yang selaras
b. Harga atau nilai sukar ditentukan
c. Pilihan pembeli dibatasi
d. Kesulitan mengangkut/menyimpan
2. Alat pertukaran berupa barang
Alat/barang yang banyak dipakai dalam masa ini adalah kerang, senjata, perhiasan, ternak, tembakau, tembaga, perak dan emas untuk mempermudah dalam pertukaran. Benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau mempunyai nilai magis atau mistis) atau benda yang merupakan kebutuhan sehari-hari. Misalnya garam oleh orang Romawi dipakai sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin “Salarium” yang berarti garam.

Barang A
arang A
Barang B
Barang X



Kesulitan uang barang:
a. nilai yang dipertukarkan belum mempunyai pecahan
b. banyak jenis uang yang beredar dan hanya berlalu di masing-masing daerah saja
c. uang barang sulit menyimpan dan mengangkut
3. Logam mulia
Logam mulia yaitu berupa emas dan perak yang digunkan sebagai alat prtukaran karena emas dan perak memenuhi syarat sebagai uang.
Syarat-syarat uang:
a. Syarat Psikologis
Uang bias ditema umum atau oleh masyarakat karena uang tersebut berguna dan berharga

b. Alasan teknis
- Tahan lama (durability)
- Nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu atau stabil (stability of value)
- Mudah dibawa karena mengandung nilai besar dalam volume yang kecil dan mudah disimpan tanpa mengurangi nialinya (portability)
- Jumlahnya mencukupi dunia usaha (elasticity of supply)
- Mudah dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilainya (divisiability)
- Kualitasnya mudah dikontrol

Logam mulia yang berupa emas dan perak tersebut dipotong-potong kemudian ditimbang serta ditentukan kadar dan nilainya sebagai alat tukar dalam perdagangan. Lama-lama potongan-potongan logam mulia tersebut diberi bentuk, biasanya bentuknya berupa kepingan dan diberi cap/gambar serta angka pada kepingan tersebut. Pada mulanya nilai bahannya (nilai instrinsik=nilai fisik) sama dengan angka yang tertera pada kepingan logam tersebut.
Logam sebagai dasar untuk membuat uang adalah emas, perak dan perunggu sehingga uang yang beredar dalam masyarakat lebih dari satu macam mata uang dengan perbandingan nilai sesuai dengan nilai intrinsik masing-masing mata uang. Mata uang yang beredar dalam suatu Negara lebih dari satu akan menimbulkan suatu masalah. Untuk mencegah masalah tersebut perlu ditentukan satu mata unag resmi atau mata uang induk/mata uang standar. Suatu Negara yang memakai satu macam logam mulia sebagai dasar uang induk disebut monometalisme. Negara yang memakai 2 macam logam mulia sebagai dasar/bahan uang induk disebut bi-metalisme.
Perbandingan nilai emas dan perak ditentukan berdasarkan undang-undang. Dalam realitasnya/kenyataannya dengan beredarnya lebih dari 1 bahan logam mulia sebagai dasar menimbulkan suatu masalah baru karena emas dan perak unuk tujuan tertentu seperti perluasan jaringan sehingga nilai dari emas atau perak bisa naik atau turun. Perubahan harga emas dan perak menimbulkan perbedaan selisih nominal uang dengan nilai instrinsiknya. Sebagai contoh, emas dan perak mempunyai perbandingan tertentu yaitu 1:2 dan keadaan berubah menjadi 1:25, dengan keadaan ini orang lebih suka menggunakan perak sebagai alat tukar dibandingkan dengan emas. Emas yang nilainya lebih tinggi akan disimpan sehingga jumlah uang logam emas akan semakin berkurang bahkan bisa hilang dari peredaran.
Kelemahan uang logam:
- Jumlahnya terbatas sehingga menyulitkan dalam transaksi yang besar
- Nilai tidak dapat selalu dikalkulas secara kuantitatif
- Kandunga emas yang dimiliki tiap daerah tidak sama yang menyebabkan persediaan emas tidak sama.
4. Uang Tanda (Token Money)
Uang tanda adalah uang yang niali nominalnya lebih besar dari nilai instrinsiknya. Uang tanda pertama kali diresmikan di Inggris pada tahun 1816. uang tanda ini muncul disebabkan orang sadar bahwa tidak mungkin ada 2 macam uang logam mulia beredar bersama-sama dengan perbandingan yang tetap. Dengan uang tanda ini maka nilai mata uang tidak tergantung dari bahannya tetapi pada angka yang tertera pada bahan tersebut.
Uang tanda ini menimbulkan hukum Gresman yang berisi “Bad money drives out good money”. Bad money artinya uang yang nilai instrinsik/bahan lebih rendah dari nilai nominal, keadaan ini bisa karena cacat atau rusak. Good money artinya uang yang niali instrinsiknya masih utuh atau tidak berbeda dengan nilai nominalnya. Hukum Gresman berlaku apabila suatu Negara memakai mata uang perak dan emas bersama-sama dengan perbandingan yang ditetapkan oleh undang-undang berdasarkan nilai instrinsiknya tetapi kemudian terjadi perubahan perbandingan nilai riil/harga bahan dan uang yang masih bagus akan hilang dari peredaran.
5. Uang Kertas Bank
Penyelesaian transaksi yang besar mengalami kesulitan-kesulitan apabila menggunakan logam mulia. Kesulitan-kesulitan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Perkembangan perekonomian semakin pesat sehingga logam yang diperlukan banyak sedangkan jumlah logam mulia jumlahnya terbatas.
b. Membawa uang dalam jumlah yang banyak berat
c. Jenis mata uang yang beredar banyak sehingga akan muncul bentuk, kadar, berat dan nilai instrinsiknya berbeda.
d. Resiko perjalanana yang harus ditangu apabila transaksi diadakan antara pedagang disuatu daerah dengan daerah yang berlainan.

Mengatasi kesulitan-kesulitan dengan logam mulia diatas dilakukan dengan cara:
a. Menitipkan uang(emas) kepada relasinya di daerah lain.
Relasi yang dimaksud adalah pedagang atau seseorang yang ahli dalam tukar menukar uang. Untuk menyelesaikan transaksi antara pihak A dengan pihak B tidak perlu membawa uang banyak, cukup membawa surat perantara.
b. Menitipkan emas kepada tukang emas
Orang yang menitipkan emas yang diberi surat tanda bukti penitipan yang disebut dengan bank note. Bank note adalah surat janji akan membayar/mengembalikan uang(emas) kepada pihak yang menitipkan pada saat emas akan diminta kembali. Bank note merupakan bentuk asli dari uang kertas bank. Dalam proses yang lebih lanjut uang logam diganti dengan uang kertas bank dan emas disimpan di bank.
Uang kertas banyak digunakan karena:
1) Biaya untuk membuat uang kertas lebih kecil disbanding dengan logam
2) Penggunaan uang kertas mempermudah lalu-lintas pertukaran
3) Kelenturan (keelastisan peranan) bertambah besar, maksudnya dengan uang kertas kebutuhan akan jumlah uang akan cepat terpenuhi.
6. Uang Giral
Uang kertas bank ternyata mengalami kesulitan yaitu:
a. Kesulitan dalam transaksi yang besar
b. Banyak resiko dalam transaksi
c. Tidak praktis
Dengan kesultian tersebut timbul suatu gagasan menggunakan uang giral seperti giro, cek, rekening Koran. Timbulnya uang gira apabila menitipkan uang dalam bank dan oleh bank dicatat dalam buku bank. Pembayaran untuk transaksi dengan menggunakan uang tersebut.
Terciptanya uang giral:
a. Seseorang menyetor uang tunai ke bank dan dibukukan atas nama penyetor. Saat terjadi penyetoran uang kartal bank yang dibukukan atas nama penyetor terjadilah uang kartal menjadi uang giral.
b. Seseorang mempunyai rekening dibank dan menerima pembayaran piutang dari debitur melalui bank. Penciptaan uang giral tersebut dinamakan Primary Deposit.
c. Seseorang menjual surat berharga bank dan oleh bank dibukukan hasil penjualan surat berharga sebagai deposit dari yang menjual. Penciptaan uang giral ini disebut Derivative Deposit

B. Pengertian Uang
Uang adalah suatu benda yang diterima oeh umum untuk mengukur, menukar dan melakukan pembayaran atas pembelian barang atau jasa dan keberadaan uang ditentukan oleh undang-undang.
C. Fungsi Uang
Fungsi uangdapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Fungsi Asli Uang
a. Sebagai alat tukar (medium of exchange)
Uang sebagai alat tukar yang mempermudah transaksi pedagangan yang menggantikan cara tukar menukar barang dengan barang (barter)
b. Sebagai satuan hitung (unit of account)
Uang dipakai untuk menunjukkan nilai barang atau jasa yang diperjual belikan di pasar dan besarnya kekayaan seseorang dapat dihitung berdasarkan harga barang dipasar.
c. Sebagai alat pembayaran (means of payment)
Pembayaran dengan mempergunakan uang tidak hanya untuk transaksi jual beli barang dan jasa tetapi juga pembayaran yang tidak ada kontra prestasi yang langsung diterima seperti pembayaran pajak, denda dan pemberian hadiah.
2. Fungsi Turunan Uang
a. Sebagai penimbun kekayaan (Store of wealth)
Uang tidak hanya memberi kebebasan kepada masyarakat untuk memilih barang/jasa yang mau dibeli tetapi juga menentukan kapan mau membeli sesuatu dengan penimbunan kekayaan tersebut.
b. Pendorong kegiatan ekonomi
Adanya yang mendorong diadakannya spesialisasi/pengkhususan dan pembagian kerja yang menjadi dasar untuk meningkat produktifitas, efektivitas dan efisiensi dalam kehidupan perekonomian.
c. Standar pencicilan utang
Uang dapat digunakan untuk mengukur pembayaran pada masa yang akan datang. Pembayaran yang akan datang bisa dilunasi dengan cara megangsur.
d. Alat pemindah kekayaan
Uang dapat digunakan sebagai sarana untuk memindahkan kekayaan seseorang disuatu tempat ke tempat lain.


D. Macam-Macam Uang
1. Uang Kartal yaitu uang yang berupa logam dan kertas yang dikeluarkan oleh bank sentral.
2. Uang Giral yaitu deposito yang ada dibank yang dikeluarkan oleh bank umum.

Istilah M1 adalah jumlah uang kartal ditambah dengan uang giral
M2 adalah M1 ditambah dengan uang kuasi (deposito berjangka, tabungan dan sertifikat)

E. Teori Nilai Uang
Nilai uang yang kita kenal ada 2 macam, yaitu:
1. Nilai uang internal yaitu kemampuan uang atau daya beli uang yang dinyatakan dalam sejumlah barang/jasa
2. Nilai uang eksternal yaitu kemampuan uang atau daya beli uang dalam negeri ditukarkan dengan mata uang asing (kurs valuta asing).
Teori nilai uang menurut beberapa ahli yaitu:
a. Teori barang
1) Golongan klasik (metalik) oleh Adam Smith, David Ricardo dan Stuar Mill
Golongan ini menekankan barang uang adalah barang. Uang terbuat dari bahan yang berharga. Nilai uang harus sama dengan nilai instrinsinya, apabila biaya produksi logam mulia naik maka nilai uang akan naik. Golongan Austria tidak menekankan nilai uang pada barangnya tetapi uang tersebut berguna dan berharga.
2) Golongan Nominalis
a) Teori konvensi oleh Thomas Aquino menekankan bahwa uang bernilai karena uang diterima oelh masyarakat dengan adanya saling pengertian antara pemerintah dan rakyat.
b) Toeri fungsi oleh Bodin, Genovesi dan David Hume menekankan bahwa uang bernilai karena jasa-jasa uang dalam mempermudah pertukaran.
c) Teori kepercayaan menekankan bahwa uang bernilai karena masyarakat percaya bahwa uang yang dimiliki setiap saat dapat dipindahkan kepada orang lain untuk memperoleh barang/jasa.
b. Teori kuantitas sederhana oleh Aldof Wagner
Teori ini menekankan pada harga barang yang mempengaruhi daya beli uang.
Rumus dari teori kuantitas sederhana adalah M = kP
M : Money (jumlah uang yang beredar)
P : Price (harga)
k : Konstanta
harga kan berbanding lurus dengan jumlah uang, apabila harga naik maka jumlah uang yang beredar banyak dan sebaliknya.
c. Teori kuantitas oleh Irving Fisher (teori persamaan transaksi)
Irving fisher mempunyai formula MV = PT
M : Money (jumlah uang yang beredar)
V : Velocity of circulation (kecepatan uang beredar)
P : Price (harga)
T : Term of trade (jumlah barang/jasa yang diperdagangkan)
Irving Fisher memperluas formula karena ada jumlah uang giral yang beredar dalam peredaran uang sehingga menjadi:
MV + M’V’ = PT
Keterangan :
M’ : uang giral
V’ : kecepatan uang giral
Secara umum dapat dikatakan bahwa kenaikan uang akan mempengaruhi kenaikan harga secara proporsional karena untuk mengukur kecepatan uang beredar mengalami kesulitan dan jumlah barang dianggap tetap.
d. Teori persediaan kas (Cash Balance Theory) oleh Robertson, Alfred Marshall, JM. Keynes
Teori ini menekankan pada jumlah persediaan uang kas yang disimpan sebagai tolok ukur nilai uang. “money has to be every where” yaitu jumlah semua persediaan kas merupakan jumlah uang pada suatu Negara yang tersedia untuk pertukaran. Produsen menyimpan barang-barang produksi, sedangkan konsumen menyimpan persediaan kas, maka kalo komsumen membelanjakan persediaan kas dan produsen mengeluarkan barang maka nilai uang akan sama dengan jumlah barang yang disimpan oleh produsen. Formulanya sebagai berikut:
M = PKT
Keterangan:
M : Jumlah uang yang ditambah dengan permintaan deposito
K : Persediaan kas
T : Pendapatan Nasional Objektif
P : Rata-rata kesatuan harga berdasarkan pendapatan nasional objektif
e. Teori Pendapatan
Teori menekankan pada pendapatan yang dimiliki. Teori pendapatan dengan formula MVy = PyYy
Keterangan :
M : Jumlah uang
Vy : Velocitas uang yang dilihat dari pendapatan
Py : Tingkat harga barang baru
Yy : Barang dan jasa
Pendapatan yang dimiliki akan sama dengan jumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli barang dan jasa. Nilai uang terlihat pada jumlah pendapatan tersebut.

F. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan akan uang dan jumlah uang beredar
Menurut John Maynard Keynes ada beberapa alas an mengapa orang banyak memegang uang tunai:
1. Motif Transaksi (Transaction Motive)
Orang memegang uang tunai dengan tujuan untuk melakukan transaksi atau pertukaran. Orang akan melakukan pembelian atau pembelanjaan terhadap barang maupun jasa. Pembelanjaan itu bisa berasal dari rumah tangga keluarga, rumah tangga produsen, pemerintah maupun luar negeri. Semakin besar pengeluaran uang utnuk membeli barang atau jasa maka akan terlihat pula tingkat pendapatan nasional suatu Negara. Besar kecilnya pembelian tergantung dari penghasilan yang diterima oleh pelaku ekonomi.
2. Motif berjaga-jaga (Precutionary Motive)
Orang memegang uang dengan tujuan untuk berjaga-jaga, apabila membutuhkan barang/jasa maka dengan cepat uang tersebut digunakan untuk memenuhinya. Permintaan terhadap uang dengan tujuan berjaga-jaga dipengaruhi oleh tingkat penghasilan dan tingkat bunga.
3. Motif Spekulatif (Speculative Motive)
Orang memegang uang dengan tujuan untuk memdapatkan suatu keuntungan. Untuk memperoleh keuntungan perlu diperhatikan factor keadaan pasar, keadaan masa yang akan dating (peramalan) dan tingkat bunga.


LEMBAGA KEUANGAN
A. Sejarah Bank
Bank berasal dari bahasa Italia yaitu “Banca” dan dalam bahasa Yunani “Banco” yang artinya meja yang digunakn oleh para penukar uang dipasar. Kira-kira tahun 2000 SM di Babilonia telah dikenal semacam bank. Bank ini meminjamkan emas dan perak dengan tingkat 20% setiap bulan dan dikenal Temples of Babylon. Di Yunani berdiri bank dengan nama Greek Temple yang berfungsi menerima simpanan dengan memungut biaya penyimpanan dan meminjam kembali. Bank Venesia didirikan oleh pemerintah tahun 1171 yang berfungsi untuk membiayai perang.
Sekitar abad ke 16 di London (Inggris), Amsterdam (Belanda) serta Belgia tukang-tukang emas tersedia menerima uang logam (emas dan Perak) untuk disimpan. Sebagai bukti penyimpanan, tukang emas memberikan kepada penyimpan suatu tanda deposito yang disebut dengan Goldsmith’s Note. Goldsmith’s note merupakan bukti bahwa tukang emas mempunyai utang. Perkembangan lebih lanjut tanda penyimpanan (deposito) diterima sebagai alat pembayaran atau menjadi uang kertas.
B. Pengertian Bank
Pengertian bank menurut UU No. 14 tahun 1967 adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Sedangkan Lembaga Keuangan adalah semua badan yang melalui kegiatan-kegiatannya dibidang keuangan, menarik uang dan menyalurkan ke dalam masyarakat.
C. Fungsi Bank
1. Menghimpun dana
Fungsi bank yang menghimpun dana dari masyarakat yang akan disimpan atau digunakan untuk membiayai produksi.
a. Rekening Koran/Giro (Demand Deposit/Current Account)
Rekening Koran adalah simpanan yang sewaktu-waktu dapat diminta kembali atau dipergunakn untuk melakukan pembayaran cek/perintah untuk membayar atau dengan cara pemindahbukuan. Kegunaan rekening giro:
1) Dapat membayar transaksi jual/beli dengan menggunkan cek/bilyet giro
2) Dapat mengirim uang dengan jaminan rekening giro (transfer)
3) Keamanan/kerahasiaan terjamin
4) Tidak perlu membawa uang dalam jumlah yang besar
5) Dapat diambil sewaktu-waktu
b. Deposito Berjangka
Deposito berjangka adalah simpanan uang dalam bank untuk jangka waktu tertentu (misalnya 1, 2, 3, 6, 12 atau 24 bulan) dengan mendapatkan bunga setiap bulan (antara 15% - 20% per tahun) dan penarikannya hanya dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Deposito berjangka dibedakan menjadi beberapa macam yaitu:
1) Deposito dilihat dari kepemilikannya
a) Surat Deposito Berjangka Atas Nama
Deposito yang penarikannya hanya oleh orang yang namanya tertera pada Surat Deposito tersebut.
b) Surat Deposito Berjangka Atas Unjuk atau Sertifikat Bank
Deposito yang penarikannya dilakukan oleh siapa saja yang membawa atau menunjukkan Surat Deposito tersebut.
2) Deposito dillihat dari simpanannya
a) Deposit On Call
Deposit on Call adalah simpanan yang tetap berada dalam bank selama deposan (orang yang menyimpan uang) tidak membutuhkan. Apabila deposan mau menarik simpanan deposito terlebih dahulu memberitahukan kepada bank.
b) Deposit Automatic Roll-Over
Deposit Automatic Roll-Over adalah deposito yang sudah jatuh tempo secara otomatis diperhitungkan bunga sampai deposan menarik uangnya.
c. Tabungan
Tabungan adalah simpanan uang yang sewaktu-waktu bisa diambil dengan syarat-syarat tertentu atau sesuai dengan perjanjian. Macam-macam tabungan:
1) Tabanas
Tabungan Pembangunan Nasional adalah bentuk tabungan yang tidak terikat oleh jangka waktu dengan syarat penyetoran dan pengambilan telah ditentukan.
2) Taksa
Tabungan Asuransi Berjangka adalah bentuk tabungan yang dikaitkan dengan asuransi jiwa.

2. Memberi Kredit
Uang yang ada pada bank tidak hanya disimpan akan tetapi dipinjamkan kepada orang/pengusaha yang membutuhkan/memerlukan kredit atau membelikan surat-surat berharga yang menghasilkan bunga. Bank memberikan kredit kepada pihak yang sama sekali belum mempunyai simpanan di bank disebut penciptaan kredit. Macam-macam kredit, yaitu:
a. Kredit Jangka Pendek
Kredit jangka pendek adalah kredit yang berjangka waktu maksimun 1 (satu) tahun.
b. Kredit Jangka Menengah
Kredit jangka menengah adalah kredit yang berjangka waktu antara 1 tahun sampai dengan 3 tahun.
c. Kredit Jangka Panjang
Kredit jangka panjang adalah kredit yang berjangka waktu lebih dari 3 tahun.

Beberapa prosedur dalam pemberian kredit, yaitu:
a. Persiapan Kredit
Pihak yang mau minta kredit (debitur) mengajukan permohonan kredit secara tertulis kepada pihak bank.
b. Penilaian Kredit
Setelah mengajukan permohonan kredit maka berkas-berkas tersebut sebagai data untuk menilai apakah layak atau tidak diberikan kredit. Penilaian kredit meliputi:
1) Character, yang dimaksudkan adalah bagaimana sifat pribadi debitur. Karakter peminjam perlu diketahui karena berhubungan dengan penggunaan uang dan pengembalian uang kepada bank.
2) Capital, bagaimana modal atau kekayaan yang dimiliki debitur. Modal/kekayaan peminjam diketahui karena berhubungan dengan kemampuan mengembalikan uang pinjaman.
3) Capacity, bagaimana kemampuan perusahaan/debitur mengelola suatu usaha untuk memperoleh suatu pendapat yang dapat digunakan untuk mengembalikan uang pinjaman.
4) Collateral, yang dimaksudkan adalah apa yang dijjadikan jaminan atas permintaan kreditnya. Apa yang bisa dijadikan jaminan apabila peminjam tidak bisa melunasi utangnya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kerugian pada pihak bank.
5) Condition of Ecomonic, yang dimaksudkan adalah bagaimana keadaan ekonomi pada saat itu mendukung untuk memberikan kredit kepada peminjam. Misalnya keadaan inflasi, deflasi, perang dan sebagainya.
6) Coverage, yang dimaksudkan bahwa kredit tersebut dapat diasuransikan yang biasanya pada PT. Askindo (Asuransi Kredit Indonesia)
c. Pelakasnaan
Setelah dinilai dari data-data tersebut dan dinyatakan layak atau tidak untuk pemberian kredit
d. Pengawasan
Setelah pemberian kredit perlulah suatu pengawasan terhadap jalannya usaha supaya pembayaran/cicilan berjalan dengan baik.

Call Money adalah dana rupiah yang dipinjamkan oelh bank dari bank lainnya paling lama tujuh hari yangs etiap waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjamkan tanpa dikenakan suatu pembebanan.
Pinjaman Antar Bank adalah kerjasama bank dalam berbagai bentuk bantuan seperti bantuan tenaga ahli maupun bentuk modal. Bentuk modal bisa berbentuk Call Money maupun Deposit on Call.




3. Pembayaran dalam lalu lintas pembayaran
Fungsi bank yang lain adalah membantu memperlancar transaksi jual beli atau pembayaran lain melalui:
a. Bilyet Giro
Bilyet giro adalah surat perintah untuk memindahkan uang dari rekening nasabah yang satu dengan nasabah yang lain (pemindahbukuan). Bilyet giro terjadi apabila kedua pihak mempunyai rekening koran pada bank.
b. Cek (Cheque)
Cek adalah surat perintah tidak bersyarat dari seorang pemegang rekening kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada pengunjuk atau orang yang namanya tercantum dalam cek tersebut. Macam-macam cek, yaitu:
1) Cek Atas Nama
Cek atas nama adalah surat perintah tak bersyarat kepada bank untuk membayarkan sejumlah uang kepada seseorang yang namanya tertera dalam cek tersebut.
2) Cek Atas Unjuk
Cek atas unjjuk adalah surat perintah tak bersyarat kepada bank untuk membayarkan sejumlah uang kepada seseorang yang membawa cek tersebut tidak ada nama seseorang.
3) Cek Silang
Cek silang adalah cek yang tidak dapat diuangkan melainkan dipakai untuk penyetoran uang. Cek silang dibedakan menjadi 2, yaitu:
a) Cek silang umum adalah cek yang disebelah kiri atas tidak dituliskan atau ditunjuk bank dimana tempat penyetoran uang.
b) Cek silang khusus adalah cek yang sebelah kiri atas dituliskan atau ditunjuk bank dimana tempat penyetoran uang.
c. Pengiriman Uang (transfer)
Transfer adalah pengiriman sejumlah uang dari pihak nasabah kepada lain (perorangan/lembaga/perusahaan) di tempat lain bank dalam negeri maupun luar negeri.
d. Inkaso (Collection)
Inkaso adalah pemberian kuasa kepada pihak bank oleh perusahaan/perorangan untuk menagihkan atai meminta persetujuan pembayaran kepada pihak tertagih.
e. Letter of Credit (L/C)
Letter of Credit (L/C) adalah surat yang memberikan suatu hak kepada penjual (eksportir) untuk menarik wesel/draf atas nama pembeli (importir) untuk sejumlah uang seperti yang tertera dalam L/C setelah importir memenuhi syarat-syarat dalam L/C.
f. Kliring
Kliring adalah pelunasan utang piutang antar bank melalui bank sentral (Bank Indonesia) dengan tujuan memperlancar dan mengatur lalulintas pembayaran uang giral antar bank.
Contoh :
Bank A mempunyai rekening koran di Bank Indonesia Rp 100 juta dan bank B mempunyai rekening koran Rp 300 juta. Suatu ketika bank A pinjam uang dari bank B sejumlah Rp 25 juta dan pelunasannya menggunakan kliring. Maka simpanan bank B di Bank Indonesia akan bertambah Rp 25 juta menjadi Rp 325 juta dan rekening bank A berkurang Rp 25 juta menjadi Rp 75 juta.

4. Jasa Bank Lainnya
a. Jual beli cek perjalanan/turis (Traveller Cheque)
b. Jual beli uang kertas (Bank Note)
Bank Note adalah uang kertas asing yang mempunyai sifat-sifat uang tunai biasa.
c. Kartu Kredit (Credit Card)
Kartu kredit adalah alt pembayaran pengganti uang atau cek. Pemegang kartu kredit harus membuka rekening koran atau deposito berjangka dan memberi kuasa kepada bank untuk mendebet rekening koran.
d. Bank Garansi
Bank garansi adalah garansi atau jaminan yang diberikan oleh bank, maksudnya bank menjamin nasabahnya untuk memenuhi kewajiban apabila yang dijamin dikemudian hari tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada pihak lain sesuai dengan persetujuan.
e. Kotak Pengaman Simpanan (Safe Deposit Box)
Kotak pengaman adalah sistem pelayanan bank kepada masyarakat dalam bentuk bank menyewakan kotak (box) dengan ukuran tertentu untuk menyimpan barang-barang berharga dengan jangka waktu tertentu, nasabah menyimpan sendiri kunci kotak pengaman tersebut.
f. Jual beli atau perdagangan valuta asing
Bank ikut dalam pasar valuta asing dimana diperjualbelikan surat-surat berharga jangka pendek (kurang dari satu tahun).
g. Penjamin emisi efek (underwriting)
Penjamin emisi adalah suatu bentuk usaha dibidang perantara yang menjamin atau menanggumh penjualan efek yang diterbitkan oleh emiten.


Sabtu, 05 Januari 2008

Global Warming dalam Etika Bisnis

Sudah sering kita dengar tentang bencana yang terjadi di sekitar kita. Solo yang banjir karena luberan sungai Bengawan Solo, Longsor di Karang anyar dan bencana di kota-kota lain di Indonesia. Mengapa? Apakah karena memang alam sudah tidak bersahabat dengan manusia atau manusia yang mulai tidak bersahabat dengan alam?Mari kita lihat kembali sebelum bencana ini muncul. Pembalakan liar yang terjadi di berbagai pulau di Indonesia berdampak pada hilangnya daerah resapan air, polusi dari asap pabrik, kendaraan bermotor membuat lobang di atmosfer. Apakah alam yang membuat itu? Tidak, kita lah yang secara sadar berbuat hal demikian. Mengapa? Pemenuhan kebutuhan manusia yang tidak pernah puas. Pemenuhan kebutuhan yang demikian akan mengabaikan keseimbangan alam, eksploitasi besar-besaran. Lalu bagaimana kita dapat mengendalikan? Berbuatlah baik terhadap alam. Beretikalah dalam segala bidang kegiatan ekonomi.